Hingga saat ini, para pengkaji dan peneliti sejarah Islam di bidang kalam atau teologi, seringkali merujuk kepada sebuah kitab yang berjudul Al-Milal wa Al-Nihal, karya Muhammad ibn ‘Abd al-Karim Ahmad al-Syahrastânî, seorang mutakallim yang hidup di Persia di paruh pertama abad 6 H/ 12 M.
Kitab klasik ini secara khusus membahas tentang aliran-aliran teologi dalam Islam, cukup detil hingga membahas sub golongannya masing-masing. Sampai-sampai ‘Abd al-Wahhab ibn ‘Alî al-Subkî, penulis Thabaqât al-Syâfi’iyyah al-Kubrâ, memujinya sebagai kitab terbaik dalam bidang sejarah aliran-aliran teologi dalam Islam.
Pujian bukan hanya datang dari ulama atau sejarawan generasi dulu, tetapi juga dari pengkaji dan peneliti masa kini. Maka wajar jika buku ini seringkali dijadikan rujukan utama para pengkaji teologi Islam di tanah air.
Benarkah sedemikian hebatnya Al-Milal?

Ada dua tangan yang dicium Rasulullah Saw. Pertama, tangan seorang yang melepuh akibat kepayahan dalam mencari nafkah halal. Kedua, tangan puterinya sendiri, Fathimah.
Gan Oded pria normal. Tak pernah dipungkirinya bahwa ia menyukai setiap jengkal keindahan dari makhluk yang bernama wanita. Wanita cantik tentunya.
Recent Comments