Ibn ‘Arabi: The Seal of Muhammadan Sainthood
Irfan Permana P.
If you are a walī, you are the heir of a prophet. And if you have inherited knowledge from Moses or Jesus or from any prophet in between, all you have actually inherited is Muhammadan knowledge. (Ibn ‘Arabi, Futūhat)
It goes without saying that Shaykh al-Akbar Ibn ‘Arabi (560-638 AH/ 1165-1240 AD) to anyone who is not well informed is one of the most controversial figures in Islamic history. His world-view which he claimed coming from his visionary knowledge and personal experience, undoubtely, made him popular that made it such a threat to the extreme muslim community.
Senyum Itu (Masih) Ibadah
Setelah berjalan di sebuah gang dan melewati sekumpulan orang yang sedang nongkrong di pinggir jalan, seorang teman yang lahir dan besar di metropolitan menegur sambil bertanya heran: “Kenapa barusan kamu bilang punten dan tersenyum kepada orang-orang itu?”
Yang Awam Ikut Ahlinya Saja
Ilmu fiqih seperti matematika, sarat dengan muatan logika berikut aturan-aturannya yang ketat. Hanya orang-orang yang mempunyai kecakapan dan telah mengkhususkan diri untuk mendalaminya yang layak dimintai pendapat. Orang awam seperti kita hendaknya mengikuti ahlinya saja.
Tapi masalahnya, kita yang awam ini suka dibikin pusing (atau muak?). Tiba-tiba semua orang jadi ahli. Masing-masing mulai bersuara. Celakanya lagi, pendapat dilontarkan sembari meremehkan pendapat lainnya.
Fitrah Mudik Para Biker
Sekitar empat tahun yang lalu saya menyimpan pertanyaan: bagaimana para pengendara sepeda motor bisa senekad itu, mudik dengan mengangkut seluruh awak keluarga (termasuk balita) dan membawa barang bawaan seabrek sehingga harus memasang penopang tambahan di bagian belakang motor. Belum lagi atribut safety riding yang kurang memadai. Begitu banyak tantangan serius, misalnya kondisi alam yang tidak menguntungkan, kurangnya konsentrasi, dan yang paling berbahaya adalah ngantuk akibat kelelahan. Jelas ini beresiko tinggi. Konon, Jasa Raharja mencatat sebagian besar dari santunannya diberikan kepada korban kecelakaan sepeda motor.
The Garden of Truth: Jalan Spiritual Menuju Taman Kebenaran *)
Book Review
Oleh: Irfan Permana
—————————————————–
Judul Buku: The Garden of Truth, Mereguk Sari Tasawuf
Judul Asli: The Garden of Truth: The Vision and Promise of Sufism, Islam’s Mystical Tradition
Penulis: Seyyed Hossein Nasr
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Januari 2010
Tebal: 304 halaman
—————————————————–
Kita lahir, menjalani keriangan masa kanak-kanak, tumbuh kembang menjadi remaja, lalu di usia dewasa tanpa terasa terseret rutinitas di tengah kultur hedonisme beserta aneka problematikanya. Lantas, sebagian dari kita mulai resah dan bertanya: Apa sesungguhnya yang sedang kita cari? Siapakah kita? Dari mana kita berasal? Akan ke mana kita pergi?
Sedikit Omong Soal Setan
Jika saja Tuhan tak memberikan potensi hewani pada seorang anak manusia, mungkin tak kita dapati manusia yang hidupnya hanya sibuk memikirkan urusan perut dan kelamin. Mungkin juga tak kita temui seseorang yang hobinya berlaku iri, dengki, menipu, mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, hingga menerkam hak orang bak hewan buas.
Jika saja Tuhan tak memberikan daya setani pada manusia, mungkin tak kita dapati seseorang yang tega-teganya berbuat jahat sambil melakukan pembenaran atas kelakuan jahatnya itu. Tak akan ada pejabat yang korupsi besar-besaran namun dalam waktu bersamaan membangun masjid dengan maksud ingin membersihkan dosanya. Juga tak akan pernah kita dengar perampok uang rakyat umrah dengan niat ingin membayar lunas kelakuan minusnya itu.
Di Mana Tempat Para Koruptor Kelak?
Anggap semua kelompok, golongan, atau aliran setuju dengan satu pernyataan bahwa korupsi termasuk dosa besar. Kemudian anggap saja semua setuju dengan fatwa MUI tentang korupsi: Korupsi itu haram dan termasuk dosa besar.
Sejarah Islam pernah diwarnai perdebatan kalam seputar apakah pelaku dosa besar itu termasuk kafir atau masih mukmin, termasuk juga bagaimana nasib mereka di akhirat nanti. Persoalan ini menjadi salah satu topik utama dalam perdebatan di ranah kalam.
Kalau kita tanya kelompok Khawarij, jawabnya tegas: kafir! Sebab menurut mereka, pelaku dosa besar otomatis kafir. Tempatnya kelak jelas, koruptor bakal dicemplungkan ke dalam neraka. Ini harga mati, tak bisa ditawar.

Recent Comments