Yang Awam Ikut Ahlinya Saja
Ilmu fiqih seperti matematika, sarat dengan muatan logika berikut aturan-aturannya yang ketat. Hanya orang-orang yang mempunyai kecakapan dan telah mengkhususkan diri untuk mendalaminya yang layak dimintai pendapat. Orang awam seperti kita hendaknya mengikuti ahlinya saja.
Tapi masalahnya, kita yang awam ini suka dibikin pusing (atau muak?). Tiba-tiba semua orang jadi ahli. Masing-masing mulai bersuara. Celakanya lagi, pendapat dilontarkan sembari meremehkan pendapat lainnya.
“Lho, bukannya setiap orang bebas mengeluarkan pendapat?” Betul, tapi syahwat pendapat juga perlu dikendalikan. Sebab suatu urusan menjadi rusak karena orang-orang yang tidak benar-benar ahli ikut-ikutan bicara.
Jadi, mau lebarannya hari ini, besok, atau lusa, terlalu ‘sok tahu’ untuk diributkan oleh kita yang bukan ahlinya ini. Jalankan saja sesuai keyakinan masing-masing. Yang penting shalat ied-nya sama, tanggal 1 Syawal, hehe…
Selamat idul fitri 1432 H kepada seluruh teman-teman dan sanak saudara yang merayakan hari ini, besok, atau mungkin lusa. Maaf lahir batin….

Recent Comments