
Jika tipu muslihat liberalime politik dan ekonomi Amerika mudah dicium aromanya, maka liberalisme moral begitu membius sehingga lebih sukar ditelusuri jejaknya. Dunia menyaksikan betapa kentaranya liberalisme politik AS yang memaksakan pemilu ala demokrasi liberalnya itu di berbagai negara. Melalui kedok organisasi non politik berupa LSM, dihembuskanlah hasutan untuk menggalang dukungan bagi partai yang pro-AS. Begitu pula dengan jurus liberalisme ekonominya. Perlahan tapi pasti kapitalisme mulai membocorkan sendiri berbagai trik tipuannya. Sebuah neo-imperialisme yang dilengkapi dengan ancaman: Anda di pihak mana? Sejalan berarti kawan, tak sejalan jadi lawan.
Recent Comments