Pelaku teror atas nama agama biasanya datang dari masyarakat yang tingkat ekonominya cukup memprihatinkan. Sesaknya dada akibat himpitan kebutuhan hidup turut memuluskan jalan untuk memilih pandangan hidup yang lebih transendental. Ketika tak ada lagi yang bisa diharapkan dari kehidupan duniawi ini, ketika derita semakin mengakrabi keseharian, dan ketika segala gairah materialisme di muka bumi hanya menjadi tontonan belaka tanpa pernah ada kesempatan untuk mencicipinya barang sedetik pun, maka kehidupan akhir yang abadi nan menjanjikan menjadi prioritas utama untuk segera diraih. Pertikaian picik tentang uang dan segala kesementaraan di dunia ini segera bernilai nista di mata mereka.
Irfan Permana Putra, suami dari satu istri, ayah dari tiga anak. Selebihnya, tidak ada yang istimewa.
irfan.permana[at]gmail[dot]com
irfanpp[at]yahoo[dot]com
Facebook: Irfan Permana
Pages
Categories
Blog Stats
- 21,883 hits
Blogroll
- Abad Badruzaman
- Abu Aqilah
- Anwar Aris
- Ardijan
- Arif Mulyadi
- Babussalam
- Bayt al-Hikmah Samantho
- Blog Saleh dan Emi
- BumgemBul
- Daniel M. Ginting
- Dina Sulaeman
- Era Al-Quran
- Gayatri Wedotami
- Hilda Alexander
- Info Syiah
- Inilah Indonesia
- Islam Feminis
- Iwan G. Ahmad
- Iwan S
- Jakfari
- Liezmaya
- M. Subhi Ibrahim
- Mia
- Muhsin Labib
- Muhtar Sadili
- Musadiq Marhaban
- Parsimurgh
- Quito Riantori Motinggo
- Renatha
- Retno
- Riki Rahadian
- Ruslee
- Ryan Radhi
- Saleh Lapadi
- Salman Nano
- Salman Parisi
- Sidik Permana
- Sulaeman
- Sussy
- Taqi
- Yasser Arafat
Recent Comments