Cannery Row: yang Ringan Tapi Asyik

Cannery Row digambarkan sebagai sebuah wilayah bising nan kumuh di Monterey, California, di mana pabrik pengalengan sarden dan gudang-gudang penyimpanan berdiri tak jauh dari pantai. Di tempat ini hidup seorang marine biologist kharismatik bernama Doc. Setiap orang yang mengenalnya akan berpikiran sama: “I really must do something nice for Doc”.

Continue reading “Cannery Row: yang Ringan Tapi Asyik”

Advertisements

Khotbah di Atas Bukit: Sebuah Perburuan Spiritual?

Segala kesenangan duniawi pernah dirasakan Barman. Kini, setelah sekian lama menduda, Barman tua hendak menghabiskan hidup dalam kesegaran, ketenangan dan kesunyian di sebuah bukit, di mana ia mulai mengisi hari-harinya yang santai ditemani Popi yang muda dan cantik, mantan pelacur yang kini menjadi istrinya.

Tetapi Barman belum menemukan juga apa yang dicarinya. Bahkan ia tak tahu persis apa sebetulnya yang dicari. Keresahan yang menghampiri belum juga terobati. Hingga suatu ketika ia bertemu Humam, sosok bijak misterius yang mengajarkannya tentang “detachment” dalam hidup, yang kemudian menghanyutkannya dalam perburuan spiritual.

Continue reading “Khotbah di Atas Bukit: Sebuah Perburuan Spiritual?”

Ustadz Dadakan, Salah Siapa?

Kata orang, profesi paling gampang itu jadi ustadz. Latar belakang pendidikan apapun sekarang bisa jadi ustadz. Tidak perlu menguasai ilmu-ilmu keislaman, asalkan potongan dan casing sudah pas. Tapi yang paling gampang adalah kalau Anda kebetulan berprofesi sebagai artis, pelawak, pemain band, atau profesi seleb lainnya. Masyarakat akan segera terpesona dengan keputusan Anda untuk hijrah menjadi ustadz. Segera Anda akan diundang ceramah di mana-mana. Tidak perlu khawatir, orang tidak akan mencari tahu seberapa jauh kedalaman ilmu agama Anda.

Continue reading “Ustadz Dadakan, Salah Siapa?”

Jika Khilafah Berdiri

Khilafah adalah solusi dari segala permasalahan umat. Demikian kredo yang terbeli kalangan awam yang kebetulan mempunyai ghirah keagamaan tinggi, yang juga sedang mencari ketegasan identitas dan posisi. Instabilitas politik, krisis ekonomi, serta faktor ketidakadilan struktural (yang sesungguhnya kompleks) ikut serta menanamkan keyakinan pada mereka bahwa Pancasila dinilai gagal mencapai tujuan utamanya, yaitu keadilan sosial. Lantas muncullah sekelompok orang yang memanfaatkan situasi ini. Mereka menawarkan obat mujarab bahwa formalisasi syariat Islam dalam sebuah sistem pemerintahan (Islam) lah satu-satunya yang dapat membereskan segala persoalan umat.

Continue reading “Jika Khilafah Berdiri”

Unsubscribe

Blog masih menjadi tempat yang menyenangkan untuk mencurahkan ekspresi atau sekadar pemikiran yang tidak melulu mesti yang berat-berat. Sunyi dan tidak mengundang agar dibaca (dibaca silakan, tidak dibaca ya gpp). Tidak seperti medsos yang memang sengaja mencari perhatian untuk dibaca.

Tetapi saya baru ingat, setiap postingan akan terkirim ke email follower yang saya yakin sebagian besarnya tidak sengaja ketika mengklik tombol follow di Blog yang sepi ini.

Jika tidak berkenan dengan email-email yang masuk (yang sepertinya bakalan bertubi-tubi…:D), silakan klik tombol/link unsubscribe di email Anda, di email yang pengirimnya Blog Irfan Permana tentunya 🙂

Terima kasih.

Islam dan Demokrasi: Perspektif Wilâyah al-Faqîh

Book Review
Oleh: Irfan Permana

Judul Buku: Islam dan Demokrasi, Perspektif Wilâyah al-Faqîh
Penulis: Muhammad Anis
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Oktober 2013
Tebal: 300 halaman

Iran berhasil bangkit dari sistem kerajaan di bawah Dinasti Pahlevi yang berada dalam buaian Barat menjadi sebuah sistem pemerintahan Islam berlandaskan demokrasi yang mandiri dan lepas dari hegemoni Barat. Secara resmi menjadi Republik Islam sejak 1 April 1979, setelah sebagian besar rakyat menyetujuinya melalui referendum nasional. Di bawah atap rumah baru ini Iran tidak lagi mengenal pemisahan politik dan agama. Yang diterapkan adalah perkawinan antara prinsip-prinsip demokrasi dengan nilai-nilai politik Islam. Sebuah terobosan baru yang tertuang dalam sebuah konsep bernama Wilâyah al-Faqîh atau kepemimpinan ulama.

Lalu bagaimana hasilnya? Setelah lebih dari tiga dekade terhitung dua belas kali pemilu dilaksanakan dengan melibatkan rakyat Iran dalam jumlah mayoritas. Hasil implementasinya, praktek demokrasi Islam Iran justru lebih demokratis dibandingkan demokrasi liberal ala Barat yang dipraktekkan di banyak negara.

Continue reading “Islam dan Demokrasi: Perspektif Wilâyah al-Faqîh”