Ustadz Dadakan, Salah Siapa?

Kata orang, profesi paling gampang itu jadi ustadz. Latar belakang pendidikan apapun sekarang bisa jadi ustadz. Tidak perlu menguasai ilmu-ilmu keislaman, asalkan potongan dan casing sudah pas. Tapi yang paling gampang adalah kalau Anda kebetulan berprofesi sebagai artis, pelawak, pemain band, atau profesi seleb lainnya. Masyarakat akan segera terpesona dengan keputusan Anda untuk hijrah menjadi ustadz. Segera Anda akan diundang ceramah di mana-mana. Tidak perlu khawatir, orang tidak akan mencari tahu seberapa jauh kedalaman ilmu agama Anda.

Continue reading “Ustadz Dadakan, Salah Siapa?”

Advertisements

Jika Khilafah Berdiri

Khilafah adalah solusi dari segala permasalahan umat. Demikian kredo yang terbeli kalangan awam yang kebetulan mempunyai ghirah keagamaan tinggi, yang juga sedang mencari ketegasan identitas dan posisi. Instabilitas politik, krisis ekonomi, serta faktor ketidakadilan struktural (yang sesungguhnya kompleks) ikut serta menanamkan keyakinan pada mereka bahwa Pancasila dinilai gagal mencapai tujuan utamanya, yaitu keadilan sosial. Lantas muncullah sekelompok orang yang memanfaatkan situasi ini. Mereka menawarkan obat mujarab bahwa formalisasi syariat Islam dalam sebuah sistem pemerintahan (Islam) lah satu-satunya yang dapat membereskan segala persoalan umat.

Continue reading “Jika Khilafah Berdiri”

Aku Pulang (1)

Pada suatu ketika terbang begitu jauh, lalu jatuh terhempas begitu keras kembali ke pelabuhan asal. Meninggalkan sebentuk jiwa yang tarikan magnetnya begitu kuat hingga menampakkan kemuraman seolah keriangan, ego seolah kekuatan. Sekarang, tertatih merangkak ke titik asal: titik kesadaran untuk memuliakan yang semestinya dimuliakan namun lama tercampakkan.

Maafkan, aku harus pulang.

Jakarta, 5 Dec 2017

Unsubscribe

Blog masih menjadi tempat yang menyenangkan untuk mencurahkan ekspresi atau sekadar pemikiran yang tidak melulu mesti yang berat-berat. Sunyi dan tidak mengundang agar dibaca (dibaca silakan, tidak dibaca ya gpp). Tidak seperti medsos yang memang sengaja mencari perhatian untuk dibaca.

Tetapi saya baru ingat, setiap postingan akan terkirim ke email follower yang saya yakin sebagian besarnya tidak sengaja ketika mengklik tombol follow di Blog yang sepi ini.

Jika tidak berkenan dengan email-email yang masuk (yang sepertinya bakalan bertubi-tubi…:D), silakan klik tombol/link unsubscribe di email Anda, di email yang pengirimnya Blog Irfan Permana tentunya 🙂

Terima kasih.