Home > Puisi > Di Manakah Burung-burung Itu

Di Manakah Burung-burung Itu

Dari hamparan sahara tak bertepi, persinggahan tak ia dambakan
Dari gulungan ombak lautan, daratan tak ia impikan
Dari gemuruh sang topan, langkahnya tak ia surutkan
Apa guna terpaku dalam renjana

Tatkala setangkup asa membuai jiwa
Sang lelaki damba sejuta makna
Pengembaraan transkosmik sungguh suatu cita

Bantulah lepaskan belenggu rantai ini kawan
Patahkan kerangkeng dengan cakar kokohmu
Ajak aku terbang menembus awan

Dengarlah itu….
bisikan sekawanan burung mengajak kita merobek batas langit
Paduka Raja menanti kita

Waktu merambat menembus kedalaman ufuk jiwa
Duhai… apa gerangan yang terjadi
Lelaki kurun masa berlalu terbangun dari mimpi indah

Kini kantung matanya gambarkan derita
Cahayanya tak lagi berpendar
Helai demi helai mahkotanya lepas
Sekawanan burung seperti meninggalkannya

Di sini yang ia jumpai para pesuluk kota,
melebur dalam aneka watak gairah pop
Tertipu kicauan burung-burung palsu
yang menjual pesona keanggunan Sang Simurgh

Terpagut sepi
Semakin terkoyak asa, semakin jiwanya merindu
Di manakah burung-burung itu

(Kalibata Utara, 21 Juni 2007)

Categories: Puisi
  1. parsimurgh
    June 26, 2007 at 11:33 pm

    errrrrrrr (merenung)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: