Home > Pojok Celoteh > Gan Oded dan Ramadhan (3)

Gan Oded dan Ramadhan (3)

Protes Gan Oded

Memasuki hari ke-3 Ramadhan, saya menerima sedikit protes dari Gan Oded.

“Sekali-kali mbok ya nulis yang rada ilmiah gitu. Supaya blogmu agak sedikit berbobot, tidak sekedar berisi celotehan.”

“Begini Ded. Aku bukannya tidak mau bikin tulisan yang ilmiah, meskipun beberapa pokok pikiran sudah tersimpan di hardisk, buku coretan maupun di kepalaku. Menulis ilmiah itu memerlukan energi tidak sedikit. Mulai dari memilih tema yang akan dibahas, mengumpulkan bahan –baik dari buku-buku koleksi pribadi, teman atau perpustakaan hingga surfing di internet–, setelah itu mengkajinya secara serius. Selain alasan klasik, yakni rutinitas harian, kemampuanku menulis ya baru segini adanya. Kalau ternyata tulisan-tulisanku ini tidak ada isinya, ya anggap saja ini latihan, supaya kelak ketika datang kesempatan untuk menulis beneran, aku jadi terbiasa, tidak kesulitan lagi dalam mencari diksi sampai gaya bahasa kupilih.”

“Ded, coba kamu perhatikan, ada juga kok tulisanku yang (maunya sih) ilmiah, dalam artian menggunakan beberapa sumber rujukan, lalu mempelajarinya sebelum menuliskannya. Tentang kualitas, ya aku tidak mau menilainya sendiri. Lagipula, ini juga masih taraf latihan. Meskipun ada juga yang nongol di majalah dan dapat honor..hehe.”

“Sudah ahh, mulai berbau-bau narsis nih…”

Dijawab demikian Gan Oded diam saja, bahkan wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun. Untunglah Gan Oded bukan manusia dalam kaca yang suka main tempeleng kalau saya asal bicara.

“O ya Ded, gimana hasil medical check up kemarin. Kamu sehat kan? Sudah bulatkah pendirianmu untuk pindah kerja?”, tanyaku.

“Busyet! Di hari pertama Ramadhan aku ditelanjangi dokter wanita, masih muda lagi. Risih betul rasanya. Di badanku tinggal tersisa kolor. Untung tidak rawing. Giliran dia memintaku untuk menanggalkan satu-satunya pakaian yang menempel itu, untuk pemeriksaan prostat dan anus, aku katakan: “maaf dok saya keberatan!” Masa bodoh mau lolos tes atau tidak, gumamku.

“Hah!? Kamu kok tidak minta diperiksa dokter laki-laki?”

“Tidak ada. Aku dirujuk ke sebuah klinik di mana tidak ada dokter laki-laki yang praktek hari itu.”

“Ya sudahlah. Ikhtiar sudah dilakukan, musyawarah sudah, istikharah sudah, tinggal serahkan hasilnya kepada Allah”, hiburku.

“Ya, aku juga berpikir begitu. O ya Mang, aku punya satu pertanyaan lagi nih. Di tulisanmu yang berjudul ‘Undur Diri’ (yang belakangan kau ubah jadi ‘Vakum Dulu’), apa sih sebetulnya maksudmu? Kok rada-rada emosional gitu!?”

“Itu cuma bentuk ekspresi kekesalan terhadap orang-orang yang suka pamer ilmu. Mereka berdiskusi, baik di dunia maya maupun nyata, tidak lebih sekadar untuk membuktikan bahwa dirinya lebih pintar, bukan untuk mencari hikmah. Tentang undur diri, memang betul aku tadinya mau undur diri karena kesibukan yang rasanya semakin menggunung. Tapi belakangan, masalah terselesaikan dengan baik satu persatu.”

“Sudahlah, aku tidak mau berdebat masalah ini. Lagipula ini bulan mulia, tidak baik banyak berdebat. Lebih baik kita bacakan saja doa siang hari ketiga Ramadhan. Yuk.”

 اَللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ الذِّهنَ وَالتَّنْبيهِ ،

 وَ باعِدْني فيهِ مِنَ السَّفاهَةِ وَالتَّمْويهِ ،

 وَ اجْعَل لي نَصيباً مِن كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فيهِ ،

 بِجودِكَ يا اَجوَدَ الأجْوَدينَ

Ya Allah, pada bulan Ramadhan ini karuniailah aku pemahaman dan ketajaman dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kedunguan. Sediakanlah bagian untukku dalam semua kebaikan yang turun pada bulan ini, Wahai Maha Pemurah dari segala yang bermurah.
(Doa Siang Hari Ketiga Ramadhan)

Categories: Pojok Celoteh
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: