Home > Agama > Tentang Asyura

Tentang Asyura

Jalaluddin Rakhmat

Sepuluh Muharam, dalam bahasa Arab, disebut ‘Asyura. Orang Jawa menyebutnya Suro. Di beberapa daerah di Jawa Barat, hari itu biasanya dirayakan dengan membuat bubur merah-putih; bubur sura. Kini sukar menemukan orang tua yang dapat menjelaskan asal-usul upacara itu. Para ulama yang ditanya, hanya menjelaskan tentang disunatkannya puasa pada hari itu. Mengapa? Karena hari itu adalah hari pertolongan Allah kepada para nabi dalam menghadapi orang-orang zalim. Pada hari Asyura, Ibrahim lepas dari api Namrudz, Yunus keluar dari perut ikan, Musa bebas dari kejaran Fir’aun, dan Muhammad Saw selamat dari racun orang Yahudi. Konon, masih kata para ulama, ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, ia menemukan orang Yahudi berpuasa pada hari itu untuk mengenang kemenangan Musa. “Aku lebih berhak untuk berpuasa daripada kalian,” kata Nabi kepada orang-orang Yahudi.

Maka kaum mukmin yang saleh di Indonesia selalu melakukan puasa Asyura sebagai ungkapan syukur atas kemenangan para nabi. Sebagian muslim di Mesir mengungkapkan rasa syukur mereka dengan cara lain. Mereka memakai pakaian yang bagus, makan-makanan, dan bergembira ria. Al-Makrizi, ahli tarikh Islam, dalam Al-Khuthath, jilid I, hlm. 490, menulis, “Dinasti Fathimiyyah di Mesir menjadikan hari itu hari gembira, melanjutkan tradisi orang-orang Syam yang dirintis Al-Hajjaj pada zaman ‘Abd Al-Malik ibn Marwan. Tujuan utamanya adalah mempermalukan pengikut Ali bin Abi Thalib yang menjadikan Asyura sebagai hari duka cita.”

Al-Hajjaj adalah tonggak besar Dinasti Umayyah. Ia melakukan strategi kekerasan dalam menumpas pengikut Ali-lawan politik Bani Umayyah-secara fisik. Di samping itu, ia melakukan disinformasi untuk membasmi mazhab Ali secara intelektual. Bermula sejak kekuasaan Mu’awiyah, opini publik diarahkan untuk membenci Ali dan mencintai penguasanya. Pendapat yang berbeda diberangus. Pendapat yang sesuai dengan selera penguasa disebarluaskan. Para khatib disuruh mengutuk Ali di mimbar-mimbar Jumat. Hadis-hadis tentang keutamaan Ali dilarang diriwayatkan. Hadis-hadis buatan yang mengecam Ali digalakan. Begitu pula, ajaran Islam yang dijadikan syiar pengikut Ali dibid’ahkan atau dicarikan tandingannya.

Lalu, di Karbala terjadilah pembantaian keluarga Ali bin Abi Thalib pada 10 Muharam 61 H oleh Bani Umayyah. Husein bin Ali dibunuh dengan cara yang sangat mengenaskan. Asyura artinya tanggal sepuluh-untuk pertama kalinya-bermakna hari terbunuhnya Husein dan sekaligus hari kemenangan Bani Umayyah. Para pengikut Ali tentu saja menjadikan hari itu sebagai hari berkabung, hari terbunuhnya cucu Rasulullah, dan hari syahidnya seorang pejuang keadilan. Setiap Asyura mereka merekonstruksi peristiwa itu dan merintih penuh nestapa. “Bagi kami, setiap hari adalah Asyura dan setiap tempat adalah Karbala,” teriak mereka. Gaung teriakan ini terdengar lagi ketika para pengikut Ali menumbangkan kekuasaan Syah Reza Pahlevi.

Oleh karena itu, Asyura menjadi lambang yang mengancam para penguasa. Al-Hajjaj menetapkan Asyura sebagai hari suka cita, hari bersyukur. Karena might is right (kekuasaanlah yang benar), yang salah tentu saja yang kalah. Justifikasi religius harus dibuat. Lahirlah hadis-hadis yang menyatakan Asyura sebagai hari kemenangan para nabi dan kekalahan orang zalim. Seperti kata sebagian ulama, kita harus bersyukur dengan berpuasa pada hari itu. Akhirnya, kita terpaksa bertanya, “Tidakkah sebagian yang kita anggap ajaran agama itu sebetulnya rekayasa politik sepanjang sejarah? Agama ternyata tidak lepas dari politik. []

Categories: Agama
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: