Home > Daily Life > Ibu Muda di Sebuah ATM

Ibu Muda di Sebuah ATM

Malam tadi, selepas tarik uang dari ATM, seorang ibu-ibu muda lusuh mendekatiku.

“Maaf Pak mau tanya, boleh?” Katanya seraya mencegatku.

“Ya…ada apa?” Jawabku sedikit kaget. Kebetulan malam itu sepi sekali, lampu penerangan juga kurang. Segera terlintas di benakku berbagai kejahatan dan modus penipuan yang jauh dari apa yang pernah terlintas di benak. Entah itu penipuan, perampokan, hingga yang orang-orang sebut hipnotis. Kebetulan untuk sebuah keperluan, uang yang kuambil dari ATM juga cukup banyak dibanding biasanya. Nampaknya si ibu tadi mengetahuinya dan memperhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh.

“Bapak butuh orang untuk kerja? Saya berasal dari sekitar kompleks ini.” Ujarnya.

Segera ku menangkap maksudnya. Kujawab lalu bergegas, “Oh….maaf ya, saat ini belum perlu, di rumah sudah ada.”

Ia masih mengejar. “Pak tunggu…Bapak mau bantu saya tidak?” Kali ini wajahnya nampak semakin memelas.

“Bantu apa?”

“Ibu saya mau dioperasi kaki, tapi kami kekurangan biaya.” Ia pun mulai bercerita sambil berurai air mata.

“Memangnya butuh berapa?” Sambil dalam hati tak lupa menggumamkan penangkal hipnotis (hehe…). Lalu ia pun menyebutkan sejumlah uang. Kemudian kuputuskan untuk memberinya sekitar ¼ dari jumlah kebutuhan yang ia sebut.

“Ini tambahan yang bisa saya beri. Mudah-mudahan kekurangannya segera terpenuhi.” Ia pun semakin menangis sambil menutup wajahnya seraya mengucapkan syukur kepada Allah dan tak lupa berterima kasih.

“Semoga cepat sembuh ibunya ya…,” kataku lagi untuk kemudian pergi meninggalkannya.

“Iya Pak…sekali lagi, terima kasih.” Jawabnya sambil menyeka pipinya.

Sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya ku memikirkannya peristiwa tadi. Di zaman penuh penipuan ini betapa sulit mempercayai ucapan seseorang tak dikenal yang meminta pertolongan. Sulit juga untuk membuktikan kebenaran ceritanya. Pernah beberapa kali aku mengalami kejadian serupa. Yang membuatku cukup jengkel adalah kejadian beberapa tahun lalu yang dilakukan oleh orang yang aku kenal. Melalui SMS ia bercerita tentang adiknya yang kecelakaan dan kekurangan sejumlah biaya untuk berobat. Karena berada di kota yang berlainan, tanpa bertanya banyak kutransfer sejumlah uang itu. Belakangan, dalam sebuah percakapan ringan dengan seorang teman dekatnya, ku ketahui bahwa peristiwa kecelakaan itu tidak pernah terjadi.

Aku tidak mau kejadian serupa berulang. Apalagi ini orang yang tidak pernah kutemui sebelumnya. Tapi …Bagaimana jika cerita ibu muda itu benar? Bagaimana jika yang mengalir di pipinya itu betul-betul air mata keputus-asaan? Ah, tega benar seseorang (termasuk diriku) yang tidak mau memenuhi kebutuhan seorang anak manusia yang Allah kirimkan kepadanya. Bukankah sejatinya kita sama sekali tak punya sedikitpun saham kepemilikan atas apa-apa yang kita punyai?

Jika cerita ibu itu benar, semoga Allah segera menjawab kebingungannya untuk menutupi sisa kebutuhannya itu. Namun jika bohong, ya sudah tidak apa-apa, kurelakan uang yang telah kuberikan. Sebab seseorang tak akan mau mempermalukan dirinya dengan meminta-minta jika memang tidak ada keperluan.

Ini sekadar sharing. Terus terang, aku tidak tahu bagaimana tindakan yang benar dalam menghadapi kejadian seperti ini. []

Categories: Daily Life
  1. gayatri wedotami
    February 14, 2010 at 3:09 am

    kejadian ini di Cibubur? Aku pernah juga mengalaminya di ATM di Cibubur. Seorang ibu menangis nggak bisa pulang ke Cilengsi, menggandeng 2 anaknya yg masih kecil2, bajunya bagus2, sepertinya mereka kabur dr rumah atau di jalan kecopetan…
    walahualam deh mas irfan, mudah2an bener…kalo pun ga bener Allah pasti tau niat baik kita dan akan mengganjarnya dgn seadil-adilnya…AMiin…

    • February 15, 2010 at 10:25 am

      Iya di Cibubur. Kejadiannya malam sekitar jam 22.00

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: