Home > Pojok Celoteh > Sedikit Omong Soal Setan

Sedikit Omong Soal Setan

Jika saja Tuhan tak memberikan potensi hewani pada seorang anak manusia, mungkin tak kita dapati manusia yang hidupnya hanya sibuk memikirkan urusan perut dan kelamin. Mungkin juga tak kita temui seseorang yang hobinya berlaku iri, dengki, menipu, mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, hingga menerkam hak orang bak hewan buas.

Jika saja Tuhan tak memberikan daya setani pada manusia, mungkin tak kita dapati seseorang yang tega-teganya berbuat jahat sambil melakukan pembenaran atas kelakuan jahatnya itu. Tak akan ada pejabat yang korupsi besar-besaran namun dalam waktu bersamaan membangun masjid dengan maksud ingin membersihkan dosanya. Juga tak akan pernah kita dengar perampok uang rakyat umrah dengan niat ingin membayar lunas kelakuan minusnya itu.

Para sufi menyebut potensi seperti yang terdapat pada hewan sebagai quwwah syahwaniyyah (dan ghadabiyyah). Sedangkan potensi setani disebut sebagai quwwah syaithaniyyah. Keduanya terangkum dalam satu paket bernama hawa nafsu.

Akan tetapi Tuhan adalah Sang Maha Pembikin Skenario. Ia hendak menjadikan manusia makhluk paling sempurna, tidak seperti malaikat yang memang diset untuk berbuat baik. Atau seperti iblis yang diskenariokan menjadi kutub yang berlawanan dengan malaikat.

Maka selain dua daya di atas, manusia diberi-Nya pula sepercik kekuatan rabbaniyyah, yang bertugas menaklukkan daya-daya buruk tadi. Di sinilah letak kesempurnaan manusia. Dengan segenap ikhtiarnya, dengan kehendak bebasnya, serta melalui fakultas yang dimilikinya, ia bebas memilih untuk menjadi apapun. Silakan menjadi lebih buas dari hewan terganas apa saja. Silakan berbuat jahat melebihi jenis kebejatan apapun. Bahkan silakan jika ingin lebih mulia dari malaikat suci manapun. Dengan kata lain, dalam setiap diri manusia tersimpan potensi untuk menjadi baik atau buruk. Tetapi perlu diingat, setiap pilihan ada konsekuensinya, yang akan mengantarkan derajat manusia melesat naik melebihi maqam malaikat atau malah terjerembab amblas ke maqam Iblis.

Tentu saja maunya Tuhan agar manusia menjadi makhluk mulia dimana quwwah rabbaniyahnya mendominasi dalam dirinya, sehingga mengakar menjadi karakter kuat yang senantiasa mendorongnya untuk berbuat baik dan mencegahnya dari perbuatan buruk

Tapi dasar manusia sukanya mengkambing hitamkan setan. Kalau berbuat salah, sedikit-sedikit setan, dikit-dikit salah setan. Sulit menyalahkan diri sendiri, gembira jika ada orang lain yang bisa disalahkan. Coba tanya si pemerkosa, jawabnya boleh jadi: “Salah sendiri tuh cewek irit bahan pakaian, wajar kalau setan menggoda saya.”  Atau tanya si pencopet, bisa jadi jawabnya: “Salah sendiri tidak peduli orang miskin, wajar setan bisiki saya untuk mencopet.” (Si pemerkosa dan pencopet gak salah-salah amat ya?)

Konon, katanya di bulan puasa ini setan dikerangkeng. Tapi nyatanya, berbagai kejahatan dan kerusakan moral terus terjadi. Lihat di TV: rampok, copet, jambret, permesuman, perjudian, penipuan, kecurangan, tak aneh lagi kita saksikan bahkan di bulan yang mulia seperti ini. Lha, jadi sebetulnya setan mana yang kerjanya menggoda untuk berbuat jahat itu? Bukankah setan si pangkal keburukan sedang tak berdaya?

Jangan takut penampakan setan, juga jangan salahkan bisikan setan. Waspadai saja setan berwujud manusia yang bisa hadir di mana saja, berbuat sesuatu yang sama sekali tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mereka itulah yang quwwah syahwaniyyah dan syaithaniyyah-nya mendominasi, menutup rapat cahaya rabbaniyyah-nya. Menjadi setan, secara potensial bisa terjadi pada saya, Anda, istri Anda, tetangga atau siapa saja yang gagal mengendalikan daya-daya buruk di dalam diri. []

Categories: Pojok Celoteh
  1. October 18, 2011 at 1:14 pm

    Seprtix memng Qt kurng sadrakn hal itu…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: