Archive

Archive for the ‘Budaya’ Category

Sihir Pop Culture Kita

December 6, 2008 2 comments

pop-culture-kcl

Jika tipu muslihat liberalime politik dan ekonomi Amerika mudah dicium aromanya, maka liberalisme moral begitu membius sehingga lebih sukar ditelusuri jejaknya. Dunia menyaksikan betapa kentaranya liberalisme politik AS yang memaksakan pemilu ala demokrasi liberalnya itu di berbagai negara. Melalui kedok organisasi non politik berupa LSM, dihembuskanlah hasutan untuk menggalang dukungan bagi partai yang pro-AS. Begitu pula dengan jurus liberalisme ekonominya. Perlahan tapi pasti kapitalisme mulai membocorkan sendiri berbagai trik tipuannya. Sebuah neo-imperialisme yang dilengkapi dengan ancaman: Anda di pihak mana? Sejalan berarti kawan, tak sejalan jadi lawan.

Read more…

Categories: Budaya, Pojok Celoteh

Curhat Ujang Kemod (2)

May 25, 2008 2 comments

Nyaris tak ada yang bisa dibanggakan dari diri Mang Supi. Dompet, cekak. Hobi nyanyi, suara pas-pasan. Hobi gitar, modalnya 2-3 jurus. Wajah yang dia klaim di atas pas-pasan pun kini perlahan memudar seiring rambutnya yang kian hari kian erosi. Maka luluh lantaklah cita-citanya menjadi pemain band terkenal.

Tapi satu hal ia bertekad, mencoba menepati segala janji yang pernah diikrarkannya. Termasuk berjanji kepada Anda untuk menceritakan Ujang Kemod yang ngebet ingin bisa main gitar. Namun tidak seperti pada cerita pertama di mana Anda bisa menyimak kisahnya Ujang. Kali ini Mang Supi tidak memberi sedikitpun kesempatan pada Ujang untuk berceloteh.

Read more…

Categories: Budaya, Pojok Celoteh

Malam Budaya Paramadina

June 19, 2007 3 comments

(Reportase Suka-suka)

Jumat malam, 15 Juni 2007, Universitas Paramadina merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Perayaan tersebut disemarakkan dengan sebuah malam kebudayaan yang bertajuk “Refleksi 20 Tahun Paramadina, Revolusi Akal Sehat Merawat Kewarasan Ruang Publik.”

‘Serem’ juga ya judulnya. Pasti isinya memberatkan kepala. Apa yang akan direfleksikan? Revolusi yang mana? Akal sehat yang seperti apa? Lalu bagaimana cara merawat kewarasan ruang publik? Kira-kira pertanyaan itulah yang hinggap di benak ketika membaca undangan “tak resmi” yang mampir di layar monitor.

Tapi sederet pertanyaan di atas menjadi tidak penting setelah mengetahui para tokoh yang bakal tampil. Diantara yang akan hadir adalah budayawan kondang Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) beserta grup musik KiaiKanjeng-nya. Juga akan tampil sastrawan-sufistik favorit saya, Abdul Hadi W.M.

Read more…

Categories: Budaya, Pojok Celoteh