Archive

Archive for the ‘Daily Life’ Category

Senyum Itu (Masih) Ibadah

September 4, 2011 1 comment

Setelah berjalan di sebuah gang dan melewati sekumpulan orang yang sedang nongkrong di pinggir jalan, seorang teman yang lahir dan besar di metropolitan menegur sambil bertanya heran: “Kenapa barusan kamu bilang punten dan tersenyum kepada orang-orang itu?”

Read more…

Categories: Daily Life

Fitrah Mudik Para Biker

August 30, 2011 Leave a comment

Sekitar empat tahun yang lalu saya menyimpan pertanyaan: bagaimana para pengendara sepeda motor bisa senekad itu, mudik dengan mengangkut seluruh awak keluarga (termasuk balita) dan membawa barang bawaan seabrek sehingga harus memasang penopang tambahan di bagian belakang motor. Belum lagi atribut safety riding yang kurang memadai. Begitu banyak tantangan serius, misalnya kondisi alam yang tidak menguntungkan, kurangnya konsentrasi, dan yang paling berbahaya adalah ngantuk akibat kelelahan. Jelas ini beresiko tinggi. Konon, Jasa Raharja mencatat sebagian besar dari santunannya diberikan kepada korban kecelakaan sepeda motor.

Read more…

Categories: Daily Life, Pojok Celoteh

Spiritualisasi Manajemen

March 7, 2010 2 comments

Kalau ada yang mengatakan bahwa menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan, maka itu tak perlu diperdebatkan lagi. Namun tetap saja dari sesuatu yang membosankan itu terkadang terselip ‘sesuatu’. Dalam sudut pandang spiritualitas, dibalik hal-hal yang partikular terdapat keterkaitan universal yang mengikat segala sesuatu.

Read more…

Categories: Daily Life

Empati di Sebuah Metromini

February 28, 2010 4 comments

“Silakan Mas, duduk!”

Sebelum menjawab, sejenak saya amati lelaki belia berseragam SMA itu. Wajahnya sebersih pakaiannya. Tawarannya juga setulus senyumannya.

“Oh, tidak Dik, saya belum terlalu tua, masih kuat berdiri, terima kasih ya…” Jawab saya sedikit bercanda.

Ia pun mengangguk, tersenyum, lalu kembali menempati kursinya. Kini ia duduk dengan perasaan kurang nyaman, karena dipikirnya seharusnya ia memberikan kursi tersebut untuk seorang yang usianya lebih tua yang kini sedang berdiri di sampingnya itu.

Read more…

Categories: Daily Life, Opini

Ibu Muda di Sebuah ATM

January 23, 2010 2 comments

Malam tadi, selepas tarik uang dari ATM, seorang ibu-ibu muda lusuh mendekatiku.

“Maaf Pak mau tanya, boleh?” Katanya seraya mencegatku.

“Ya…ada apa?” Jawabku sedikit kaget. Kebetulan malam itu sepi sekali, lampu penerangan juga kurang. Segera terlintas di benakku berbagai kejahatan dan modus penipuan yang jauh dari apa yang pernah terlintas di benak. Entah itu penipuan, perampokan, hingga yang orang-orang sebut hipnotis. Kebetulan untuk sebuah keperluan, uang yang kuambil dari ATM juga cukup banyak dibanding biasanya. Nampaknya si ibu tadi mengetahuinya dan memperhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh.

Read more…

Categories: Daily Life