Sedikit Omong Soal Setan

Jika saja Tuhan tak memberikan potensi hewani pada seorang anak manusia, mungkin tak kita dapati manusia yang hidupnya hanya sibuk memikirkan urusan perut dan kelamin. Mungkin juga tak kita temui seseorang yang hobinya berlaku iri, dengki, menipu, mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, hingga menerkam hak orang bak hewan buas.

Jika saja Tuhan tak memberikan daya setani pada manusia, mungkin tak kita dapati seseorang yang tega-teganya berbuat jahat sambil melakukan pembenaran atas kelakuan jahatnya itu. Tak akan ada pejabat yang korupsi besar-besaran namun dalam waktu bersamaan membangun masjid dengan maksud ingin membersihkan dosanya. Juga tak akan pernah kita dengar perampok uang rakyat umrah dengan niat ingin membayar lunas kelakuan minusnya itu.

Continue reading “Sedikit Omong Soal Setan”

Advertisements

Spiritualisasi Manajemen

Kalau ada yang mengatakan bahwa menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan, maka itu tak perlu diperdebatkan lagi. Namun tetap saja dari sesuatu yang membosankan itu terkadang terselip ‘sesuatu’. Dalam sudut pandang spiritualitas, dibalik hal-hal yang partikular terdapat keterkaitan universal yang mengikat segala sesuatu.

Continue reading “Spiritualisasi Manajemen”

Empati di Sebuah Metromini

“Silakan Mas, duduk!”

Sebelum menjawab, sejenak saya amati lelaki belia berseragam SMA itu. Wajahnya sebersih pakaiannya. Tawarannya juga setulus senyumannya.

“Oh, tidak Dik, saya belum terlalu tua, masih kuat berdiri, terima kasih ya…” Jawab saya sedikit bercanda.

Ia pun mengangguk, tersenyum, lalu kembali menempati kursinya. Kini ia duduk dengan perasaan kurang nyaman, karena dipikirnya seharusnya ia memberikan kursi tersebut untuk seorang yang usianya lebih tua yang kini sedang berdiri di sampingnya itu.

Continue reading “Empati di Sebuah Metromini”

Ibu Muda di Sebuah ATM

Malam tadi, selepas tarik uang dari ATM, seorang ibu-ibu muda lusuh mendekatiku.

“Maaf Pak mau tanya, boleh?” Katanya seraya mencegatku.

“Ya…ada apa?” Jawabku sedikit kaget. Kebetulan malam itu sepi sekali, lampu penerangan juga kurang. Segera terlintas di benakku berbagai kejahatan dan modus penipuan yang jauh dari apa yang pernah terlintas di benak. Entah itu penipuan, perampokan, hingga yang orang-orang sebut hipnotis. Kebetulan untuk sebuah keperluan, uang yang kuambil dari ATM juga cukup banyak dibanding biasanya. Nampaknya si ibu tadi mengetahuinya dan memperhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh.

Continue reading “Ibu Muda di Sebuah ATM”

Teror vs Teror

Pelaku teror atas nama agama biasanya datang dari masyarakat yang tingkat ekonominya cukup memprihatinkan. Sesaknya dada akibat himpitan kebutuhan hidup turut memuluskan jalan untuk memilih pandangan hidup yang lebih transendental. Ketika tak ada lagi yang bisa diharapkan dari kehidupan duniawi ini, ketika derita semakin mengakrabi keseharian, dan ketika segala gairah materialisme di muka bumi hanya menjadi tontonan belaka tanpa pernah ada kesempatan untuk mencicipinya barang sedetik pun, maka kehidupan akhir yang abadi nan menjanjikan menjadi prioritas utama untuk segera diraih. Pertikaian picik tentang uang dan segala kesementaraan di dunia ini segera bernilai nista di mata mereka.

Continue reading “Teror vs Teror”

Tuhan, Wahhabisme, dan Hedonisme

bom-kclKetika Saint Agustinus ditanya tentang apa yang dilakukan Tuhan sebelum alam semesta tercipta, jawabnya enteng: Tuhan sibuk bikin neraka untuk orang-orang yang bertanya seperti itu.

Saint Agustinus tidak sedang bercanda. Sebab bagi kebanyakan orang beragama, kata “iman” seringkali dijadikan tameng untuk menangkal pertanyaan-pertanyaan usil macam itu. Persis seperti ketika Wiro Sableng mengeluarkan kapak maut naga geni 212-nya. Secanggih apapun ilmu lawan-lawannya, akan segera terkapar dalam hitungan waktu kurang dari sepeminuman teh.

Continue reading “Tuhan, Wahhabisme, dan Hedonisme”