Toleransi Bubur Ayam

Sabtu pagi ini aku makan bubur ayam pinggir jalan bareng istriku. Aku nggak diaduk, istriku diaduk. Aku merasa jijay lihat bubur diaduk. Mirip-mirip apaa gitu (gak usah disebut). Istriku bilang aku lebay. Tetapi kami makan bubur bareng akur-akur saja. Meski masing-masing yakin bahwa buburnya lah yang lebih enak. Itulah namanya toleransi bubur ayam.

Aku pikir demikian juga dalam kehidupan beragama. Terkadang kita lihat orang ada jijay-jijaynya, kadang ada lebaynya. Namun selama tidak saling menyakiti, harus saling menghargai. Sambil tetap memegang keyakinan masing-masing.[]

Advertisements

Post-truth dan Algoritma Media Sosial Kita

Image source: google

Inilah era post-truth, di mana kita kehabisan waktu untuk mengolah dan menyaring informasi yang datang membanjiri ruang virtual kita. Di mana kita lebih suka memastikan kebenaran suatu informasi hanya karena sejalan dengan keinginan, kenyamanan, dan berbagai perasaan yang meliputi kita.

Continue reading “Post-truth dan Algoritma Media Sosial Kita”

Sekali Lagi Tentang Bungkus Luar

Saya ingin mengutip kembali cerita tentang Si Beo dalam Matsnawi.

Dalam Matsnawi, Jalaluddin Rumi berkisah tentang burung beo yang dicukur gundul oleh majikannya gara-gara gagal menjalankan tugas menjaga kedai sang bos yang pergi sebentar untuk shalat. Merasa bebas bermain-main, ia terbang leluasa kesana-kemari hingga tanpa sengaja menumpahkan sebotol minyak sampai pecah. Sebagai hukuman, kepala burung itu dicukur habis hingga gundul. Sang burung bersedih. Setelah beberapa hari murung, tiba-tiba ia melihat seorang darwis gundul melintas di depan kedai. Si beo girang bukan kepalang melihat ada orang yang dipikirnya senasib dengan dirinya: sama-sama dihukum oleh majikannya.

Continue reading “Sekali Lagi Tentang Bungkus Luar”

Ustadz Dadakan, Salah Siapa?

Kata orang, profesi paling gampang itu jadi ustadz. Latar belakang pendidikan apapun sekarang bisa jadi ustadz. Tidak perlu menguasai ilmu-ilmu keislaman, asalkan potongan dan casing sudah pas. Tapi yang paling gampang adalah kalau Anda kebetulan berprofesi sebagai artis, pelawak, pemain band, atau profesi seleb lainnya. Masyarakat akan segera terpesona dengan keputusan Anda untuk hijrah menjadi ustadz. Segera Anda akan diundang ceramah di mana-mana. Tidak perlu khawatir, orang tidak akan mencari tahu seberapa jauh kedalaman ilmu agama Anda.

Continue reading “Ustadz Dadakan, Salah Siapa?”

Jika Khilafah Berdiri

Khilafah adalah solusi dari segala permasalahan umat. Demikian kredo yang terbeli kalangan awam yang kebetulan mempunyai ghirah keagamaan tinggi, yang juga sedang mencari ketegasan identitas dan posisi. Instabilitas politik, krisis ekonomi, serta faktor ketidakadilan struktural (yang sesungguhnya kompleks) ikut serta menanamkan keyakinan pada mereka bahwa Pancasila dinilai gagal mencapai tujuan utamanya, yaitu keadilan sosial. Lantas muncullah sekelompok orang yang memanfaatkan situasi ini. Mereka menawarkan obat mujarab bahwa formalisasi syariat Islam dalam sebuah sistem pemerintahan (Islam) lah satu-satunya yang dapat membereskan segala persoalan umat.

Continue reading “Jika Khilafah Berdiri”

Sedikit Omong Soal Setan

Jika saja Tuhan tak memberikan potensi hewani pada seorang anak manusia, mungkin tak kita dapati manusia yang hidupnya hanya sibuk memikirkan urusan perut dan kelamin. Mungkin juga tak kita temui seseorang yang hobinya berlaku iri, dengki, menipu, mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, hingga menerkam hak orang bak hewan buas.

Jika saja Tuhan tak memberikan daya setani pada manusia, mungkin tak kita dapati seseorang yang tega-teganya berbuat jahat sambil melakukan pembenaran atas kelakuan jahatnya itu. Tak akan ada pejabat yang korupsi besar-besaran namun dalam waktu bersamaan membangun masjid dengan maksud ingin membersihkan dosanya. Juga tak akan pernah kita dengar perampok uang rakyat umrah dengan niat ingin membayar lunas kelakuan minusnya itu.

Continue reading “Sedikit Omong Soal Setan”

Spiritualisasi Manajemen

Kalau ada yang mengatakan bahwa menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan, maka itu tak perlu diperdebatkan lagi. Namun tetap saja dari sesuatu yang membosankan itu terkadang terselip ‘sesuatu’. Dalam sudut pandang spiritualitas, dibalik hal-hal yang partikular terdapat keterkaitan universal yang mengikat segala sesuatu.

Continue reading “Spiritualisasi Manajemen”