Archive

Archive for the ‘Pojok Celoteh’ Category

Yang Awam Ikut Ahlinya Saja

August 30, 2011 Leave a comment

Ilmu fiqih seperti matematika, sarat dengan muatan logika berikut aturan-aturannya yang ketat. Hanya orang-orang yang mempunyai kecakapan dan telah mengkhususkan diri untuk mendalaminya yang layak dimintai pendapat. Orang awam seperti kita hendaknya mengikuti ahlinya saja.

Tapi masalahnya, kita yang awam ini suka dibikin pusing (atau muak?). Tiba-tiba semua orang jadi ahli. Masing-masing mulai bersuara. Celakanya lagi, pendapat dilontarkan sembari meremehkan pendapat lainnya.

Read more…

Categories: Opini, Pojok Celoteh

Fitrah Mudik Para Biker

August 30, 2011 Leave a comment

Sekitar empat tahun yang lalu saya menyimpan pertanyaan: bagaimana para pengendara sepeda motor bisa senekad itu, mudik dengan mengangkut seluruh awak keluarga (termasuk balita) dan membawa barang bawaan seabrek sehingga harus memasang penopang tambahan di bagian belakang motor. Belum lagi atribut safety riding yang kurang memadai. Begitu banyak tantangan serius, misalnya kondisi alam yang tidak menguntungkan, kurangnya konsentrasi, dan yang paling berbahaya adalah ngantuk akibat kelelahan. Jelas ini beresiko tinggi. Konon, Jasa Raharja mencatat sebagian besar dari santunannya diberikan kepada korban kecelakaan sepeda motor.

Read more…

Categories: Daily Life, Pojok Celoteh

Sedikit Omong Soal Setan

August 28, 2010 1 comment

Jika saja Tuhan tak memberikan potensi hewani pada seorang anak manusia, mungkin tak kita dapati manusia yang hidupnya hanya sibuk memikirkan urusan perut dan kelamin. Mungkin juga tak kita temui seseorang yang hobinya berlaku iri, dengki, menipu, mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, hingga menerkam hak orang bak hewan buas.

Jika saja Tuhan tak memberikan daya setani pada manusia, mungkin tak kita dapati seseorang yang tega-teganya berbuat jahat sambil melakukan pembenaran atas kelakuan jahatnya itu. Tak akan ada pejabat yang korupsi besar-besaran namun dalam waktu bersamaan membangun masjid dengan maksud ingin membersihkan dosanya. Juga tak akan pernah kita dengar perampok uang rakyat umrah dengan niat ingin membayar lunas kelakuan minusnya itu.

Read more…

Categories: Pojok Celoteh

Di Mana Tempat Para Koruptor Kelak?

August 28, 2010 Leave a comment

Anggap semua kelompok, golongan, atau aliran setuju dengan satu pernyataan bahwa korupsi termasuk dosa besar. Kemudian anggap saja semua setuju dengan fatwa MUI tentang korupsi: Korupsi itu haram dan termasuk dosa besar.

Sejarah Islam pernah diwarnai perdebatan kalam seputar apakah pelaku dosa besar itu termasuk kafir atau masih mukmin, termasuk juga bagaimana nasib mereka di akhirat nanti. Persoalan ini menjadi salah satu topik utama dalam perdebatan di ranah kalam.

Kalau kita tanya kelompok Khawarij, jawabnya tegas: kafir! Sebab menurut mereka, pelaku dosa besar otomatis kafir. Tempatnya kelak jelas, koruptor bakal dicemplungkan ke dalam neraka. Ini harga mati, tak bisa ditawar.

Read more…

Categories: Pojok Celoteh

Tuhan, Wahhabisme, dan Hedonisme

July 19, 2009 3 comments

bom-kclKetika Saint Agustinus ditanya tentang apa yang dilakukan Tuhan sebelum alam semesta tercipta, jawabnya enteng: Tuhan sibuk bikin neraka untuk orang-orang yang bertanya seperti itu.

Saint Agustinus tidak sedang bercanda. Sebab bagi kebanyakan orang beragama, kata “iman” seringkali dijadikan tameng untuk menangkal pertanyaan-pertanyaan usil macam itu. Persis seperti ketika Wiro Sableng mengeluarkan kapak maut naga geni 212-nya. Secanggih apapun ilmu lawan-lawannya, akan segera terkapar dalam hitungan waktu kurang dari sepeminuman teh.

Read more…

Categories: Pojok Celoteh

Tafsir Beruang

July 15, 2009 3 comments

Syahdan, dua orang pemburu beruang belum apa-apa sudah berdebat tentang hendak dipakai apa uang hasil penjualan beruang buruan mereka nantinya. Padahal, perburuan belum juga dimulai. Tetapi yang satu sudah berangan-angan ingin begini, yang satu lagi ingin begitu. Demikian seterusnya hingga mulut mereka tak pernah bisa berhenti bicara. Read more…

Categories: Pojok Celoteh, Renungan

Idol dan Namrud

April 10, 2009 1 comment

Ibrahim as, sang jawara tauhid, dilahirkan di lingkar peradaban besar Babilonia. Ia datang untuk berjuang melawan penyembahan berhala.

Setelah tiga belas tahun menjalani kehidupan di dalam gua, Ibrahim yang telah dibekali tauhid yang kokoh itu menyaksikan sebagian masyarakat yang memperlakukan bintang, bulan, dan matahari dengan begitu bodoh. Sebagian lagi membuat berhala dengan tangan sendiri,  kemudian menyembahnya. Yang terparah adalah bahwa seorang anak manusia bernama Namrud, dengan mengambil keuntungan dari kejahilan rakyat, mengaku sebagai tuhan mereka dan menyatakan diri sebagai pemberi hidup dan penentu takdir semua makhluk.

Read more…

Categories: Pojok Celoteh