Archive

Archive for the ‘Renungan’ Category

Sambutlah Senyum Layla

May 13, 2010 6 comments

Ketika Majnun mengisi sebuah wadah dengan air yang mengalir, Layla yang elok mencoba mencuri perhatian. Ia lemparkan batu hingga wadah tersebut pecah. Majnun tersentak dan menoleh. Sungguh, senyuman itu membuat Majnun mabuk kepayang hingga sekarang ia tak mempedulikan lagi airnya yang tumpah. Ia hentikan mengisi air. Sekarang ia pandangi Layla yang senyumnya sangat menawan.

Read more…

Categories: Mysticism, Renungan

Mereka Bilang…

October 3, 2009 3 comments

Gempa lagi…
Ada yang bilang azab dan murka Tuhan.
Ada yang bilang akibat ulah manusia juga.
Ada yang bilang jeweran Tuhan

Read more…

Categories: Renungan

Gunung Kosmik

September 23, 2009 Leave a comment

simurghDalam lingkar sufisme, gunung melambangkan perluasan langit yang tak terhingga. Meskipun ia hanyalah sebuah titik dalam Ketakberhinggaan Ilahi, ia adalah titik tertinggi di jagat semesta. Ia dilambangkan sebagai sumber keseluruhan kosmos.

Semakin tinggi seseorang mendaki, semakin kecil benda-benda yang tampak di bawahnya. Semakin jauh jangkauan pandangannya, semakin banyak objek penglihatan yang diperolehnya. Pada saat yang sama, sang pendaki mampu melihat puncak-puncak lainnya. Di tengah keangkuhan Sang Gunung, segera ia akan merasakan kekerdilan dirinya.

Read more…

Categories: Mysticism, Renungan Tags:

Sejenak Bersama Bayazid (Dialog Imajiner)

September 23, 2009 Leave a comment

“Salam. Bagaimana kabar Anda malam ini Tuan?”

“Aku tak punya malam. Pagi, sore, dan malam hanya untuk orang yang dibatasi atribut, dan aku tak punya atribut.”

“Baiklah, aku ingin bertemu Tuan Bayazid al-Busthami, Andakah orangnya?”

Read more…

Categories: Mysticism, Renungan

Teror vs Teror

August 16, 2009 4 comments

Pelaku teror atas nama agama biasanya datang dari masyarakat yang tingkat ekonominya cukup memprihatinkan. Sesaknya dada akibat himpitan kebutuhan hidup turut memuluskan jalan untuk memilih pandangan hidup yang lebih transendental. Ketika tak ada lagi yang bisa diharapkan dari kehidupan duniawi ini, ketika derita semakin mengakrabi keseharian, dan ketika segala gairah materialisme di muka bumi hanya menjadi tontonan belaka tanpa pernah ada kesempatan untuk mencicipinya barang sedetik pun, maka kehidupan akhir yang abadi nan menjanjikan menjadi prioritas utama untuk segera diraih. Pertikaian picik tentang uang dan segala kesementaraan di dunia ini segera bernilai nista di mata mereka.

Read more…

Categories: Opini, Renungan

Tafsir Beruang

July 15, 2009 3 comments

Syahdan, dua orang pemburu beruang belum apa-apa sudah berdebat tentang hendak dipakai apa uang hasil penjualan beruang buruan mereka nantinya. Padahal, perburuan belum juga dimulai. Tetapi yang satu sudah berangan-angan ingin begini, yang satu lagi ingin begitu. Demikian seterusnya hingga mulut mereka tak pernah bisa berhenti bicara. Read more…

Categories: Pojok Celoteh, Renungan

Gaza Lagi, Darah Lagi

January 4, 2009 1 comment

 “Jika kaum Muslim bersatu dan masing-masing dari mereka mengguyurkan seember air pada Israel, maka Israel akan tersapu, namun masih saja mereka tak berdaya di hadapannya.
(Imam Khomeini)

Masya Allah….Di penghujung 2008 ini, tanah Gaza masih terus dibasahi darah. Dan akan terus berlumuran darah selama bermacam-macam kelompok dari kaum muslimin di segenap penjuru dunia mensikapi Gaza hanya sebagai ajang untuk adu wacana, pandangan politik, tema kajian, materi pembahasan, bahan berita atau sekadar tontonan di ruang berhembuskan AC sejuk sambil ditemani seruputan kopi panas. Lebih celaka lagi, tak sedikit (yang mengaku) muslim tidak mau tahu bahwa di muka bumi ini ada tempat yang bernama Gaza. Ada bangsa yang bernama Palestina.

Read more…

Categories: Renungan