Sambutlah Senyum Layla

May 13, 2010 6 comments

Ketika Majnun mengisi sebuah wadah dengan air yang mengalir, Layla yang elok mencoba mencuri perhatian. Ia lemparkan batu hingga wadah tersebut pecah. Majnun tersentak dan menoleh. Sungguh, senyuman itu membuat Majnun mabuk kepayang hingga sekarang ia tak mempedulikan lagi airnya yang tumpah. Ia hentikan mengisi air. Sekarang ia pandangi Layla yang senyumnya sangat menawan.

Read more…

Categories: Mysticism, Renungan

Rekam Jejak Wahhabisme

May 13, 2010 8 comments

Oleh: Irfan Permana

Gerakan Wahhabisme mengawali kemunculannya di jazirah Arab pada abad ke-18 dengan pertumpahan darah dan jatuhnya banyak korban. Ironisnya, ini terjadi di antara kaum Muslim sendiri. Tak heran, sebab doktrin yang dogmatis, intoleran, sangat literal dan kaku yang diusung kelompok ini telah melahirkan penolakan total terhadap aliran pemikiran lain sampai ke tingkat yang membabi buta, yakni doktrin takfiri, yang menganggap kelompok lainnya sebagai kafir. Atas dasar klaim purifikasi, yaitu pemurnian ajaran untuk kembali kepada Islam yang benar (menurut versi mereka), gerakan ini mengijinkan perlawanan terhadap semua kaum Muslim yang dipandang tidak sejalan dengan ajarannya. Maka perpecahan di tubuh Islam pun menjadi tak terelakkan. Peradaban Islam pun menjadi semakin jauh tertinggal karena terlalu disibukkan dengan persoalan internal yang sudah usang.

Read more…

Categories: Agama

Spiritualisasi Manajemen

March 7, 2010 2 comments

Kalau ada yang mengatakan bahwa menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan, maka itu tak perlu diperdebatkan lagi. Namun tetap saja dari sesuatu yang membosankan itu terkadang terselip ‘sesuatu’. Dalam sudut pandang spiritualitas, dibalik hal-hal yang partikular terdapat keterkaitan universal yang mengikat segala sesuatu.

Read more…

Categories: Daily Life

Empati di Sebuah Metromini

February 28, 2010 4 comments

“Silakan Mas, duduk!”

Sebelum menjawab, sejenak saya amati lelaki belia berseragam SMA itu. Wajahnya sebersih pakaiannya. Tawarannya juga setulus senyumannya.

“Oh, tidak Dik, saya belum terlalu tua, masih kuat berdiri, terima kasih ya…” Jawab saya sedikit bercanda.

Ia pun mengangguk, tersenyum, lalu kembali menempati kursinya. Kini ia duduk dengan perasaan kurang nyaman, karena dipikirnya seharusnya ia memberikan kursi tersebut untuk seorang yang usianya lebih tua yang kini sedang berdiri di sampingnya itu.

Read more…

Categories: Daily Life, Opini

Ibu Muda di Sebuah ATM

January 23, 2010 2 comments

Malam tadi, selepas tarik uang dari ATM, seorang ibu-ibu muda lusuh mendekatiku.

“Maaf Pak mau tanya, boleh?” Katanya seraya mencegatku.

“Ya…ada apa?” Jawabku sedikit kaget. Kebetulan malam itu sepi sekali, lampu penerangan juga kurang. Segera terlintas di benakku berbagai kejahatan dan modus penipuan yang jauh dari apa yang pernah terlintas di benak. Entah itu penipuan, perampokan, hingga yang orang-orang sebut hipnotis. Kebetulan untuk sebuah keperluan, uang yang kuambil dari ATM juga cukup banyak dibanding biasanya. Nampaknya si ibu tadi mengetahuinya dan memperhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh.

Read more…

Categories: Daily Life

Seperti Fouda

December 19, 2009 Leave a comment

Gara-gara sebuah tulisan yang melawan supremasi mapan sebuah pemikiran politik Islam, nyawa seorang pemikir dan komentator sosial asal Mesir bernama Farag Fouda (1945-1992) melayang.

Read more…

Categories: Opini

Mereka Bilang…

October 3, 2009 3 comments

Gempa lagi…
Ada yang bilang azab dan murka Tuhan.
Ada yang bilang akibat ulah manusia juga.
Ada yang bilang jeweran Tuhan

Read more…

Categories: Renungan