Mang Pardi, Pocong dan Malaikat

Malam itu cukup dingin. Namun agak terhangati oleh sepotong pengalaman hidup Mang Pardi. Apalagi kopi hitam kental panas nan legit yang asapnya mengepul dan wangi itu setia memanjakan.

Mang Pardi adalah seorang tukang bangunan bersahaja yang sedikit bicara banyak kerja. Satu kebiasaannya yang sukar dicegah adalah ketika ada pekerjaan tanggung yang ingin diselesaikan, ia kerap kali menambah jam kerja sampai gelap menjelang. Walau berusaha keras dicegah, tetap saja tak bergeming. Agak keras kepala juga.

Continue reading “Mang Pardi, Pocong dan Malaikat”

Samâ’, Ekstase dalam Cinta

Oleh:  Irfan Permana

Setiap atom menari di darat atau di udara
Sadari baik-baik, seperti kita, ia berputar-putar tanpa henti di sana
Setiap atom, entah itu bahagia atau sedih,
Putaran matahari adalah ekstase yang tak terperikan
(Rumi)

Shalawat disenandungkan, gendang mulai bertabuh, seruling ney mulai ditiup.

Di ruangan itu tampak sekelompok darwis mengenakan atribut yang seragam. Topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawahnya seperti rok, serta tanpa alas kaki. Mereka membungkukkan badan tanda hormat lalu mulai melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka menempel di dada, bersilang mencengkram bahu. Di tengah-tengah mereka tampak seorang Syaikh, yang berperan sebagai pemimpin. Jubah hitam tetap ia kenakan. Ia maju mengambil tempat. Kini giliran syaikh tersebut membungkukkan badannya pada darwis lainnya, mereka pun balas menghormat.

Continue reading “Samâ’, Ekstase dalam Cinta”

Optimisme Rumi

Oleh: Irfan Permana

Kami bukanlah caravan yang patah hati
atau pintu-pintu dari keputus asaan,
Mari kemari datanglah
Meski kau telah jatuh ribuan kali,
Walau kau telah patahkan ribuan janji,
Mari kemari…datang…datanglah sekali lagi
(Jalaluddin Rumi)

Suka duka kehidupan datang silih berganti. Suka cita dirasakan setiap orang ketika kesenangan hidup menghampirinya, seperti halnya duka lara dirasakan ketika kesulitan mendera. Sebuah laku yang sangat manusiawi. Menyulap sebentuk duka menjadi suka -dalam keadaan apapun- adalah sesuatu yang dianjurkan oleh para arif. Terlebih, agamapun memerintahkan demikian. Bukankah agama diturunkan supaya kita berbahagia bukan saja di akhirat kelak, tetapi juga di dunia kini?

Continue reading “Optimisme Rumi”

Sunnah-Syiah Quraish Shihab

(Resensi Buku)

Oleh: Irfan Permana

Judul: Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?
Penulis: M. Quraish Shihab
Penerbit: Lentera Hati
Halaman: 303
Cetakan: I, Maret 2007

Sebagaimana persamaan, perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan manusia. Sekecil apapun sebuah komunitas tempat kita bernaung, niscaya akan selalu ditemukan adanya perbedaan. Namun, sebagai manusia berakal, kita dituntut arif dalam menyikapinya. Sikap positif menghadapi perbedaan ini justru akan membawa hasil yang positif pula. Dan sikap positif yang demikian hanya dimiliki oleh seseorang yang luas wawasannya. Semakin luas wawasan seseorang, akan semakin tinggi pula toleransinya, dengan kata lain ia akan semakin arif dalam menyikapi segala perbedaan. Sebaliknya, sempitnya pengetahuan menjadikan seseorang terjebak dalam fanatisme buta, sehingga kerap menggiring perbedaan menuju perselisihan. Inilah sesungguhnya yang terjadi pada orang-orang yang cepat sekali termakan hasutan –karena piciknya pandangan– ketika dihadapkan pada perbedaan madzhab dalam kehidupan keberagamaannya, termasuk di negeri kita sendiri.

Continue reading “Sunnah-Syiah Quraish Shihab”

Eleksir Cinta Abu Dzar

Saya tidak hendak menulis riwayat hidup Abu Dzar di blog ini. Saya hanya terkesan membaca kisah-kisah pengorbanan para pencinta Nabi Saw serta Ahlulbaitnya. Kisah-kisah seperti ini seringkali memberikan ‘gairah’ tambahan, entah itu datang dalam bentuk apa. Untuk itu, ijinkan saya menulis sepotong kisah fantastis seorang pencinta sejati. Sebuah kisah menakjubkan dari Abu Dzar.

*****
Continue reading “Eleksir Cinta Abu Dzar”

Vandalisme Wahabisme

Masih segar dalam ingatan, ketika para pejuang Hezbollah bertempur mati-matian menahan gempuran bertubi-tubi pasukan Israel demi menyelamatkan muka bangsa Arab, ulama Wahabi Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang sulit diterima akal waras: “haram hukumnya mendukung, membantu atau berdoa untuk kemenangan Hezbollah yang bermazhab Syi’ah”.
Continue reading “Vandalisme Wahabisme”